Akhirnya aku kembali untuk menengok kembali blog ini. Di sinilah aku pertama kali menulis blog pada tahun 2009 lalu. Blog pertama yang aku buat sehingga sampai kini aku memiliki cita-cita menjadi penulis. Aku datang kembali bukan berarti aku akan pindah kembali menulis di blog ini. Aku kembali karena aku ingin sedikit bernostalgia, sudah lama sekali aku tak mengunungi tempat ini. Jika diibaratkan sebuh rumah mungkin tempat ini sudah penuh debu, dinding yang lembab, atap yang bpcor dan plafon yang terlepas akibat tak mampu menahan tetesan air hujan. Ruangan yang pengap, persis mungkin seperti sarang jin.
Maka dari itu aku menengok kembali tempat ini. Sekedar melihat mimpi-mimpiku masa lalu. Keinginan yang bahkan sampai sekarang belum pula berwujud. Baiklah aku akan menceritakan pencapaian apa yang telah dapat selama ini teruntukmu. Aku sudah meraih mimpiku untuk membuat sebuah novel dalam hidupku, aku sudah menyelesaikannya, tebalnya lebih 200 halaman. Tetapi sayang, tak ada satupun penerbit yang berminat untuk menerbitkan novel yang kubuat. Aku menyadari banyak sekali kekurangan dalam novelku tersebut, dan sampai sekarang aku tak membuat lagi novel. Aku memang banyak sekali memiliki alasan untuk tidak menghasilkan karya.
Di samping itu, beberapa tulisanku berhasil masuk koran. Sekarang ini, sih, kebanyakan berupa esay opini di surat kabar harian di Kota Banjarmasin. Dulu sempat cerpen-cerpenku dimuat di koran pula, tapi sudah tiga tahun rasanya cerpenku tak dimuat di koran harian yang bonafit di kotaku. Ini merupakan kesedihan rasanya, karena memang aku memiliki cita-cita untuk menjadi penulis fiksi yang baik di Indonesia. Impianku memang sedikit berbeda ketika aku pertama kali menulis blog di tempat ini. Dulu aku ingin menulis buku dakwah dan motivasi seperti ustadz Abay dan Fauzan Muttaqien. Tapi tak apa, impian mungkin bisa berubah, tetapi inginku tetap satu. Menjadi penulis yang rutin menerbitkan buku. Semoga setelah S2 ini, segala impian itu terwujud.
Mungkin itulah buruknya diriku, aku yang selalu menunda-nunda ini, seakan waktu yang diberikan untukku masih panjang.
Aku ingin beranjak dulu, mungkin sesekali aku akan menengokmu kembali. Dan tetaplah menjadi saksi bagaimana aku di masa depan nanti.
“Untuk
saudaraku di Indonesia, mengapa saya harus memilih dan mengirim surat ini untuk
kalian di Indonesia. Namun jika kalian tetap bertanya kepadaku, kenapa? Mungkin
satu-satunya jawaban yang saya miliki adalah karena negri kalian berpenduduk
muslim terbanyak di punggung bumi ini, bukan demikian saudaraku?
Di
saat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari
melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis dakwah
dari jama’ah haji asal Indonesia, dia mengatakan kepadaku, setiap tahun musim
haji ada sekitar 205 ribu jama’ah haji berasal dari Indonesia datang ke
Baitullah ini. Wah, sungguh jumlah angka yang sangat fantastis dan membuat saya
berdecak kagum.
Lalu
saya mengatakan kepadanya, saudaraku, jika jumlah jama’ah haji asal Gaza sejak
tahun 1987 sampai sekarang digabung, itu belum bisa menyamai jumlah jama’ah
haji dari negara kalian dalam satu musim haji saja. Padahal jarak tempat kami
ke Baitullah lebih dekat dibanding kalian. Wah pasti uang kalian sangat banyak,
apalagi menurut sahabatku itu ada 5% dari rombongan tersebut yang memnunaikan
ibadah haji yang kedua kalinya, Subhanallah.
Wahai
saudaraku di Indonesia,
Pernah
saya berkhayal dalam hati, kenapa saya dan kami yang ada di Gaza ini, tidak
dilahirkan di negri kalian saja. Pasti sangat indah dan mengagumkan. Negri
kalian aman, kaya, dan subur, setidaknya itu yang saya ketahui tentang negri
kalian.
Pasti
ibu-ibu disana amat mudah menyusui bayi-bayinya, susu formula bayi pasti dengan
mudah kalian dapoatkan di toko-toko dan para wanita hamil kalian mungkin dengan
mudah bersalin di rumah sakit yang mereka inginkan.
Ini
yang membuatku iri kepadamu saudaraku, tidak seperti di negri kami ini. Tidak
jarang tentara Israel menahan mobil ambulance yang akan mengantarkan istri kami
melahirkan di rumah sakit yang lebih lengkap alatnya di daerah Rafah. Sehingga
istri kami terpaksa melahirkan di atas mobil, ya di atas mobil saudaraku.!
Susu
formula bayi adalah barang langka di Gaza sejak kami diblokade 2 tahun yang lalu,
namun istri kami tetap menyusui bayi-bayinya dan menyapihnya hingga 2 tahun
lamanya, walau terkadang untuk memperlancar Asi mereka, istri kami rela minum
air rendaman gandum.
Namun,
mengapa di negri kalian, katanya tidak sedikit kasus pembuangan bayi yang tidak
jelas siapa ayah dan ibunya. Terkadang ditemukan mati di parit-parit, selokan,
dan tempat sampah. Itu yang kami dapat dai informasi di televisi.
Dan
yang membuat saya terkejut dan merinding, ternyata negri kalian adalah negri
yang tertinggi kasus aborsinya untuk wilayah Asia. Astaghfirullah. Ada apa
dengan kalian? Apakah karena di negri kalian tidak ada konflik bersenjata
seperti kami disini, sehingga orang bisa melakukan hal hina seperti itu?
Sepertinya kalian belum menghargai arti sebuah nyawa bagi kami disini.
Memang
hampir setiap hari di Gaza sejak penyerangan Israel, kami menyaksikan bayi-bayi
kami mati. Namun, bukanlah di selokan-selokan atau got-got apalagi di tempat
sampah. Mereka mati syahid saudaraku! Mati syahid karena serangan roket tentara
Israel!
Kami
temukan mereka tak bernyawa lagi di pangkuan ibunya, di bawah puing-puing
bangunan rumah kami yang hancur oleh serangan Zionis Israel. Saudaraku, bagi
kami nilai seorang bayi adalah aset perjuangan kami terhadap penjajah Yahudi. Mereka
adalah mata rantai yang akan menyambung perjuangan kami memerdekakan negri ini.
Perlu
kalian ketahui, sejak serangan Israel tanggal 27 Desember 2009 kemarin,
saudara-saudara kami yang syahid sampai 1400 orang, 600 di antaranya adalah
anak-anak kami, namun sejak penyerangan itu pula sampai hari ini, kami
menyambut lahirnya 3000 bayi baru di jalur Gaza, dan Subhanallah kebanyakan
mereka adalah anak laki-laki dan banyak yang kembar, Allahu Akbar!
Wahai
saudaraku di Indonesia,
Negeri
kalian subur dan makmur, tanaman apa saja yang kalian tanam akan tumbuh dan
berbuah, namun kenapa di negri kalian masih ada bayi yang kekurangan gizi,
menderita busung lapar. Apa karena sulit mencari rizki disana? Apa negri kalian
diblokade juga?
Perlu
kalian ketahui saudaraku, tidak ada satupun bayi di Gaza yang menderita
kekurangan gizi, apalagi sampai mati kelaparan, walau sudah lama kami
diblokade. Sungguh kalian terlalu manja! Saya adalah pegawai tata usaha di
kantor pemerintahan HAMAS sudah 7 bulan ini belum menerima gaji bulanan saya.
Tetapi Allah SWT yang akan mencukupkan rizki untuk kami.
Perlu
kalian ketahui pula, bulan ini saja ada sekitar 300 pasang pemuda baru saja
melangsungkan pernikahan. Ya, mereka menikah di sela-sela serangan agresi
Israel. Mereka mengucapkan akad nikah diantara bunyi letupan bom dan peluru,
saudaraku.Dan Perdana Menteri kami, Ust Isma’il Haniya memberikan santunan awal
pernikahan bagi semua keluarga baru tersebut.
Wahai
saudaraku di Indonesia,
Terkadang
saya pun iri, seandainya saya bisa merasakan pengajian atau halaqah pembinaan
di negri antum (anda). Seperti yang diceritakan teman saya, program pengajian
kalian pasti bagus, banyak kitab mungkin yang kalian yang telah baca. Dan
banyak buku-buku pasti sudah kalian baca. Kalian pun bersemangat kan? Itu
karena kalian punya waktu.
Kami
tidak memiliki waktu yang banyak disini. Satu jam, ya satu jam itu adalah waktu
yang dipatok untuk kami disini untuk halaqah. Setelah itu kami harus terjun ke
lapangan jihad, sesuai dengan tugas yang diberikan kepada kami.
Kami
disini sangan menanti-nantikan saat halaqah tersebut walau hanya satu jam.
Tentu kalian lebih bersyukur. Kalian punya waktu untuk menegakkan rukun-rukun
halaqah, seperti ta’aruf, tafahum, dan takaful disana.
Halafalan
antum pasti lebih banyak daripada kami. Semua pegawai dan pejuang HAMAS disini
wajib menghapal Surah Al-Anfal sebagai nyanyian perang kami, saya menghafal di
sela-sela waktu istirahat perang, bagaimana dengan kalian?
Akhir
Desember kemarin, saya menghadiri acar wisuda penamatan hafalan 30 Juz anakku
yang pertama. Ia merupakan diantara 1000 anak yang tahun ini menghafal
Al-Qur’an dan umurnya baru 10 tahun. Saya yakin anak-anak kalian jauh lebih
cepat menghapal Al-Qur’an ketimbang anak-anak kimi disini.
Di
Gaza tidak ada SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu) seperti di tempat kalian yang
menyebar seperti jamur di musim hujan. Disini anak-anak belajar diantara
puing-puing reruntuhan gedung yang hancur, yang tanahnya sudah diratakan, diatasnya
diberi beberapa helai daun kurma. Ya, di tempat itu mereka belajar, saudaraku.
Bunyi suara setoran hafalan Al-Qur’an mereka bergemuruh dianatara bunyi-bunyi
senapan tentara Israel. Ayat-ayat jihad paling cepat mereka hafal, karena
memang didepan mereka tafsirnya. Langsung mereka rasakan.
Oh
iya, kami harus berterima kasih kepada kalian semua, melihat solidaritas yang
kalian perlihatkan kepada masyarakat dunia. Kami menyaksikan aksi demo-demo
kalian disini. Subhanallah, kami sangat terhibur.
Karena
kalian juga merasakan apa yang kami rasakan disini.Memang banyak masyarakat
dunia yang menangisi kami disini, termasuk kalian yang di Indonesia. Namun,
bukan tangisan kalian yang kami butuhkan , saudaraku. Biarlah butiran air
matamu adalah catatan bukti akhirat yang dicatat Allah sebagai bukti ukhwah
kalian kepada kami. Doa-doa dan dana kalian telah kami rasakan manfaatnya.
Oh
iya, hari semakin larut, sebentar lagi adalah giliran saya menjaga kantor,
tugasku untuk menunggu jika ada telpon dan fax yang masuk. Insya Allah, nanti
saya ingin sambung dengan surat yang lain lagi. Salam untuk semua
pejuang-pejuang Islam dan ulama-ulama kalian.
Abdullah
Al Ghaza
Sumber
: http://forum.vivanews.com/showthread.php?t=92822
Allah SWT berfirman, "Sebenarnya (malaikat - malaikat itu) adalah hamba - hamba yang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah - perintah-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka dan yang dibelakang mereka, dan mereka tidak memberikan syafa'at melainkan kepada orang - orang yang diridhai Allah, dan mereka selalu berhati - hati karena takut kepada-Nya" (QS Al Anbiyaa' 26-28)
Inilah orang - orang yang didoakan oleh para malaikat :
Orang yang tidur dalam keadaan bersuci. Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci'" (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)
Orang yang duduk menunggu shalat. Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia'" (Shahih Muslim no. 469)
Orang - orang yang berada di shaf bagian depan di dalam shalat. Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan" (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)
Orang - orang yang menyambung shaf (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalm shaf). Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang - orang yang menyambung shaf - shaf" (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)
Para malaikat mengucapkan 'Amin' ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah. Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu" (Shahih Bukhari no. 782)
Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat. Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat akan selalu bershalawat kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, 'Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia'" (Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)
Orang - orang yang melakukan shalat shubuh dan 'ashar secara berjama'ah. Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat 'ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat 'ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku ?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat'" (Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)
Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan. Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda' ra., bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, "Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan'" (Shahih Muslim no. 2733)
Orang - orang yang berinfak. Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit'" (Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)
Orang yang makan sahur. Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang - orang yang makan sahur" (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)
Orang yang menjenguk orang sakit. Imam Ahmad meriwayatkan dari 'Ali bin Abi Thalib ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh" (Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, "Sanadnya shahih")
Seseorang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain. Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain" (dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)
Maraji' :
Disarikan dari Buku Orang - orang yang Didoakan Malaikat, Syaikh Fadhl Ilahi, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Februari 2005
Aku pengen banget bisa melihat jelas tanpa menggunakan kacamata, tapi ketika kulihat diujung jalan sana, ada orang BUTA yang berjalan dengan penuh senyum dan tawa. Aku malu dengan mereka
Aku ingin punya sepatu mahal tak terkira, tapi KETIKA kulihat seorang penambal ban yang BUNTUNG KAKINYA. Bertarung keras dari kejamnya dunia. Aku malu dengan mereka
Aku ingin punya suara yang merdu mempesona, tapi KETIKA kudengar suara yang tidak jelas dari seorang BISU yang melakukkan komunikasi dengan susah payah. Aku malu dengan mereka.
Aku ingin selalu mendengarkan lagu-lagu ter’update setiap harinya, tapi KETIKA kulihat seorang yang TULI berkomunikasi dengan tangannya. Aku malu dengan mereka.
Ternyata fisik ku lebih sempurna dari mereka, sedangkan tubuh ini setiap harinya kugunakan untuk hal yang sia-sia. Aku malu dengan mereka
Sering kali ku baru tersadar kesempurnaan raga ini merupakan salah satu nikmat yang tak terkira. Karena seandainya seorang yang cacat ingin berbagi dengan kita mungkin saja mereka akan berkata:
Sang buta ingin berkata,, “Hey yang ada disana, pandanglah saya dengan rasa,. Engkau telah terposana dengan keindahan dunia. sadarlah engkau yang dititipi mata”
Sang buntung ingin berkata.. “Aku ingin berlari mengejar matahari seperti anda, merasakan angin yang mengalir lembut didada. Kemanakah engkau melangkah hari ini? Sadarlah engkau yang dititipi kaki”
Sang bisu seperti ingin berteriak dengan lantang.. “Hey aku ingin berbicara dengan anda, berapa kata yang hari ini anda keluarkan sia-sia? Sadarlah engkau yang dititipi lisan yang dapat berbicara”
Sang tuli ingin berkata.. “Aku ingin mendengarkan kicauan burung yang kata orang sangat mempesona, sambil mengaggumi kekuasan-Nya. Wahai orang yang mampu mendengar, kau gunakan untuk apa telingamu hari ini. Sadarlah engkau yang dititipi telinga”
Pelajaran ini tak akan kau temui disekolah manapun, engkau hanya akan mendapatkannya disekolah kehidupan. Gurumu hanya rasa syukur dan kemauan melihat sekitar karena kita lebih beruntung dari mereka.
Bukalah matamu kawan, karena nikmat Allah telah, sedang dan akan engkau rasakan. Nikmat yang selama ini kita lupakan. Tapi Allah takkan pernah lupa memberi nikmat pada kita.
Gue pernah menuliskan sebuah artikel yang berjudul “Aku ingin memiliki sahabat seperti mereka”. Sebuah gambaran, betapa berbeda sifat dan kepribadian yang dimiliki oleh mereka tapi mereka mampu memperat dan mengokohkan ukhuwah yang dijalin. Mereka bagaikan satu tubuh yang saling mengisi tanpa membedakan derajat dan kekayaan yang dimiliki. Karena tali yang mengikat mereka bukanlah karena suatu kelompok, golongan, ataupun kesamaan prinsip, tapi yang mengikat persaudaraan mereka adalah Allah.
Betapa indahnya hidup ini jika kita bisa mempererat tali ukhuwah diantara kita sehingga perbedaan yang terjadi tak akan mampu mempecah belah persaudaraan kita. sebagaimana Allah berfirman dalam Al Quran, “Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara.” Dan Rasulullahpun menambahkan “Orang mukmin itu ibarat satu tubuh, apabila ada anggota tubuhnya sakit maka seluruh tubuh akan merasakan sakitnya.” Di hadis lain pun Rasul bersabda, “Barangsiapa yang hendak merasakan manisnya iman, hendaklah ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri”. Dan Rasul menghimbau agar kita saling menjaga ukhuwah, “Sesungguhnya seorang muslim apabila bertemu saudaranya yang muslim, lalu ia memegang tangannya(berjabat tangan), gugurlah dosa-dosa keduanya sebagaimana gugurnya daun dari pohon kering yang ditiup angin kencang. Sungguh diampuni dosa mereka berdua, meski sebanyak buih dilautan.”(HR.Tabrani).
Ada sebuah kisah kisah yang mungkin bisa kita teladani dalam menjaga ukhuwah. Kisah yang terjadi antara pemimpin NU (K.H Idham Cholid) dan pemimpin Muhammadiyah (Buya Hamka) ketika sedang melakukkan perjalanan ketanah suci, kurang lebih seperti ini : ketika mereka sedang dalam perjalanan menuju tanah suci didalam sebuah kapal laut, saat melakukan sholat subuh berjamaah, para pengikut Nadhlatul Ulama heran saat Idham Cholid (tokoh NU) yang mempunyai kebiasaan menggunakan doa qunut dalam kesehariannya, malah tidak memakai doa qunut tatkala Buya hamka dan sebagian pengikut Muhammadiyah menjadi makmumnya.
Demikian pula sebaliknya, tatkala Buya hamka mengimami sholat subuh, para pengikut Muhammadiyah merasa heran ketika Buya hamka membaca doa qunut karena Idham cholid dan sebagian pengikut NU menjadi makmumnya. Mereka malah berpelukan mesra setelah sholat bagaikan saudara seiman yang saling menguatkan, saling menghormati, dan saling berkasih sayang. Jujur gue terharu membaca kisah ini. Betapa kebesaran jiwa mereka mampu menjaga ukhuwah yang terjalin, padahal mereka memiliki perbedaan-perbedaan yang mendasarinya. Mereka mampu menjaga perasaan diantara keduanya. Kita bandingkan dengan saat ini, dimana masing-masing kelompok merasa dirinya sendiri paling benar dan kadang malah memaksakan pendapatnya atas yang lain.
Mari kita bersatu, karena perbedaan itu adalah rahmat. Dan islam adalah rahmatan lil alamin
Ngga usah jauh-jauh kalo kita mau nunjukin kita peduli dengan lingkungan. Dan sampai sekarangpun gue masih belum punya niatan buat masuk ke organsisasi penyelamatan lingkungan. Kayanya ngga perlu menjadi anggota walhi baru bisa menjaga lingkungan, ngga perlu masuk ke wwf buat peduli sama lingkungan, ngga perlu jadi menteri lingkungan hidup buat bisa melestarikan lingkungan. Dan ngga perlu masuk teknik lingkungan biar punya muka ganteng kaya gue (nah lo?).
Karena kita bisa menyelamatkan bumi kita sendiri tanpa kita masuk keorganisasi ataupun LSM ini itu. Kita bisa melestarikan lingkungan ini dengan sedikit merubah gaya hidup kita, merubah sedikit kebiasaan kita, Sedikit aja kok sob ngga banyak. Ngga merepotkan atau mengganggu kehidupan loe ko sob. Sumpah ane jujur.
Untuk itulah gue mencoba menyusun beberapa kebiasaan sederhana yang bisa kita rubah buat menjaga lingkungan kita. Hasil dari browsing diinternet dan beberapa pengalaman hidup gue ini lah yang coba gue bagikan kepada loe semua. Karena kalo bukan kita, siapa lagi yang melestarikan bumi kita. Alien? Ato jin? Ngga mungkinkan..!!!
Gaya hidup ramah lingkungan yang mungkin bisa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari diantaranya:
Dikamar tidur
·Gunakan lampu baca jika ingin membaca sebelum tidur, dan matikan lampu kamar yang memiliki daya lebih besar.
·Matikan lampu atau gunakan lampu tidur ketika tidur
·Matikan anti nyamuk elektrik jika sudah tidak ada nyamuk lagi
Diruang tamu dan keluarga
·Matikan peralatan listrik jika tidak digunakan, jangan dibiarkan stand by karena listrik tetap mengalir 5%.
·Gunakan peralatan digital yang mampu dicharge ulang, bukan menggunakan baterai
·Gunakan lampu hemat energi. Untuk setiap lampu hemat energi dan bohlam perbedaan biaya listriknya adalah sekitar Rp 60.000 per tahun. Bagaimana jika 10 lampu?
·Gunakan kaca rumah yang bisa mengurangi efek suhu panas di dalam ruangan.
·Matikan TV jika tidak ditonton.
·Gunakan peralatan listrik hanya saat benar-benar dibutuhkan.
·Usahakan jangan menggunakan peralatan listrik berdaya listrik besar saat beban puncak 17-22.
Di ruang kerja/belajar
·Fotocopy dan gunakan kertas di kedua sisi.
·Gunakan email untuk surat-menyurat internal daripada dengan kertas.
·Donasikan barang-barang bekas yang masih bisa berguna.
·Gunakan flash drive daripada CD.
·Kurangi kontras dan brightness di layar monitor.
·Menggunakan Laptop (60 watt) jauh lebih hemat energi ketimbang PC (200 watt lebih).
·Gunakan kertas bekas untuk keperluan coret-coret atau catatan kecil.
Di dapur
·Usahakan jangan mencuci makanan dengan air yang terus mengalir.
perbaiki lemari es yang lama.
Cairkan bunga es di kulkas secara teratur.
Keluarkan yang tidak perlu dari lemari es seminggu sekali.
Belilah sayuran organik.
Hemat penggunaan minyak goreng, karena jutaan hektar hutan diubah jadi perkebunan kelapa sawit yang tidak maksimal menyerap emisi karbon
· Belilah cairan pembersih piring dalam kemasan besar dan bukan sachet.
Di ruang makan
·Jangan membuang-buang makanan karena limbahnya dapat menimbulkan gas methane.
·Gunakan serbet kain daripada tissue karena tidak bisa didaur ulang.
·Jangan masukkan makanan panas ke dalam lemari es.
·Hindari penggunaan barang sekali pakai buang seperti sumpit dan sedotan. (Beli yang bisa dipergunakan berkali-kali)
·Biasakan mengkonsumsi makanan lokal ketimbang import karena tidak membuang-buang emisi banyak untuk pengirimannya.
·Kurangi menggunakan produk makanan sachet. Pergunakan kemasan yang lebih besar untuk mengurangi sampah dan bisa mendapatkannya dengan harga yang lebih murah.
Di kamar mandi n’ ruang cuci
·Cuci pakaian menggunakan air dingin daripada menggunakan air panas.
·Gunakan alat jebakan daripada menggunakan racun tikus dan obat serangga.
·Kurangi penggunaan cairan pembersih dalam mencuci.
·Gunakan sinar matahari untuk mengeringkan pakaian.Jangan mandi berlama-lama, hindari bathtub karena menghabiskan air bersih 100 Liter.
Di Perjalanan
·Gunakan kendaraan umum jika memungkinkan.
·Matikan mesin kendaraan saat mengisi bensin.
·Jangan mengendarai melebihi kecepatan maksimum.
·Jangan membawa barang-barang yang tidak perlu dalam kendaraan.
·Service kendaraan dan periksa ban secara teratur.
·Beli kendaraan hemat bahan bakar.
·Cucilah mobil/motor menggunakan ember dan lap dan bukan selang.
·Matikan mobil apabila menunggu lebih dari 30 detik
·Cek tekanan ban mobil, karena apabila tekanan kurang 0,5 bar dari normal akan meningkatkan penggunaan bahan bakar sebesar 5%
·Usahakan untuk tidak memanaskan mobil dalam posisi berhenti. Mobil akan lebih cepat panas apabila dikendarai, sehingga Anda akan menghemat bahan bakar
·Hindari menggunakan rem secara mendadak karena mengonsumsi bahan bakar dengan cepat.
·Turunkan bagasi apabila Anda tidak membutuhkannya lagi, karena 100 kilo beban akan menambah penggunaan 1 liter bahan bakar lebih banyak dalam jarak 100 km
·Coba mengurangi jarak tempuh perjalanan kendaraan Anda tiap minggunya. Semisal, gunakan kendaraan antar jemput bersama untuk ke kantor atau ke sekolah.
Dihalaman rumah dan pekarangan
·Gunakan timer (sensor cahaya matahari) untuk lampu taman.
·Kurangi penggunaan pestisida.
·Gunakan kuas atau roller untuk mencat daripada cat semprot.
·Tanam sampah organik agar menjadi pupuk.
·Tanamlah tanaman baik di halaman, pot ataupun dengan sistem hidroponik.
·Gunakan air bekas mencuci sayuran untuk menyiram tanaman.
·Hentikan membakar rumput di lapangan.
·Tanam tanaman yang bisa dimakan / diolah menjadi masakan.
·Tampung air hujan untuk menyiram tanaman.
·Gunakan gembor/sprayer untuk menyiram atau pasang ‘nozzle’ di selang agar air tidak mengalir terbuang saat sedang tidak digunakan.
Ditempat umum
·Berikan pengetahuan akan pemanasan global kepada orang sekitar.
·Naiklah tangga daripada menggunakan lift atau eskalator.
·Kurangi penggunaan materi semprot aerosol untuk mengurangi CFC.
·Belilah produk yang memiliki label ‘environment friendly’.
·Belilah produk di tempat yang dekat untuk mengurangi transportasi.
·Beli pulsa elektrik untuk menghindari terbuangnya kertas voucher.
·Kurangi penggunaan plastik, karena tanah membutuhkan waktu 100 tahun untuk menuraikan plastic.
Semuanya simple kan, gue aja Insyaalah bisa mempraktikannya juga deh. Tinggal merubah gaya hidup gue sedikit. Karena perubahan besar itu berawal dari perubahan pribadi masing-masing. Jadi jangan berharap kita mampu mengatasi global warming, jika pribadi kita bertolak belakang dari gaya hidup ramah lingkungan.
“Berubah itu pilihan, tapi menyelamatkan bumi kita itu adalah keharusan”
Materi diatas mungkin secuil dari materi seminar Teknik Lingkungan
“Green Lifestlye for our future”
Yang Insyaalah akan diadakan pada hari minggu, 23 Mei 2010
Bertempat di Wisma Yulia Martapura
Investasi hanya
25.000 untuk pelajar dan mahasiswa
40.000 untuk umum
Contact person
Dewi: 085651000277
So, tunggu apalagi. Sudah berapa besar usaha anda dalam menyelamatkan bumi kita?
“Jika pohon terakhir telah ditebang, jika sungai terakhir telah tercemar, jika ikan terakhir telah ditangkap. Baru manusia akan sadar bahwa mereka tidak akan bisa makan uang”